Resep gulai tetelan kambing

Gulai tetelan kambing

Tetelan kambing empuk beraroma wangi rempah, kuah santan kental kuning kecokelatan, gurih pedas nampol.

  • 500 gr tetelan kambing (tulang + daging + lemak), potong-potong
  • 1 liter santan sedang (dari 1 butir kelapa)
  • 500 ml air
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis
  • 8 siung bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri sangrai
  • 3 cm kunyit bakar
  • 2 cm jahe
  • 1 cm lengkuas
  • 1 sdt ketumbar bubuk
  • ½ sdt jintan bubuk
  • ½ sdt lada bubuk
  • ½ butir pala
  • 5–8 buah cabai merah keriting + 3–5 cabai rawit (sesuai selera pedas)
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 ruas lengkuas, memarkan
  • 3 cm kayu manis
  • 2 butir cengkeh
  • 2 butir kapulaga
  • 1 buah bunga pekak (opsional)
  • Garam & gula pasir secukupnya
  • Rebus Tetelan
    Rebus tetelan kambing dalam air mendidih selama 10–15 menit, buang air rebusan pertama untuk hilangkan kotoran, lemak, dan bau prengus. Tiriskan.
  • Tumis Bumbu
    Panaskan minyak, tumis bumbu halus + daun salam, daun jeruk, serai, lengkuas, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan bunga pekak sampai harum matang dan berminyak.
  • Masak Kuah
    Masukkan tetelan ke dalam tumisan bumbu, aduk rata. Tuang air, masak sampai tetelan empuk dan air menyusut sedikit. Tambahkan santan, aduk terus agar tidak pecah. Masak dengan api kecil sampai kuah mengental dan bumbu meresap.
  • Cek Rasa
    Bumbui garam & gula pasir sesuai selera. Masak hingga kuah berminyak dan tetelan benar-benar empuk. Koreksi rasa.
  • Sajikan
    Tata di mangkuk, sajikan panas dengan nasi hangat, irisan bawang merah, jeruk nipis, dan sambal!

Tips :
Gulai Tetelan Enak & Tidak Bau Prengus

  • Buang air rebusan pertama — ini kunci hilangkan bau prengus dan kotoran darah.
  • Pilih tetelan yang ada campuran daging & lemaknya — kuah makin gurih dan daging tetap empuk tidak kering.
  • Aduk santan perlahan & terus-menerus di awal masak agar tidak pecah.
  • Pakai rempah lengkap (cengkeh, kapulaga, bunga pekak, kayu manis) untuk aroma wangi khas gulai.
  • Kalau mau lebih pedas, tambahkan cabai rawit utuh di akhir.
Author: Toko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *