Nasi Cikur khas Tasik
Bahan bahan
- 2 piring nasi putih dingin
- 1 butir telur
- 2 batang daun bawang, iris
- 2 sdm minyak goreng
- 1 sdt kecap manis, opsional
- 1/2 sdt kaldu bubuk
- Garam secukupnya
- Sejumput gula
- 1/2 sdt terasi bakar, opsional
Bumbu Cikur
- 2–3 ruas kencur segar
- 4 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 3 cabai merah keriting
- 5–8 cabai rawit merah, sesuaikan selera
- 1/2 sdt garam
Pelengkap
- Telur ceplok atau telur dadar
- Timun iris
- Kerupuk
- Bawang goreng
- Cabai rawit
- Lalapan
Cara Membuat
- Ulek kencur, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, dan garam hingga menjadi bumbu kasar. Jangan terlalu halus agar aroma dan tekstur bumbu tetap terasa.
- Panaskan minyak dalam wajan. Tumis bumbu cikur dengan api sedang hingga harum, matang, dan minyak mulai keluar. Jika suka, tambahkan terasi bakar.
- Masukkan nasi putih dingin. Aduk dan tekan-tekan perlahan menggunakan spatula hingga nasi terurai dan seluruh bumbu tercampur rata.
- Buat sedikit ruang di tengah wajan, masukkan telur, lalu orak-arik. Campurkan dengan nasi.
- Tambahkan kaldu bubuk, gula, dan sedikit kecap manis bila suka. Koreksi rasa. Masukkan irisan daun bawang dan aduk rata.
- Besarkan api dan goreng nasi sambil terus diaduk selama beberapa menit sampai nasi harum, agak kering, dan butirannya tetap terpisah.
- Cetak nasi cikur di atas piring. Taburi bawang goreng dan daun bawang. Sajikan bersama telur ceplok, irisan timun, kerupuk, lalapan, dan cabai rawit.
Tips
Kunci nasi cikur yang harum adalah kencur segar yang cukup banyak dan ditumis sampai benar-benar matang. Gunakan nasi yang sudah dingin agar hasilnya tidak lembek.

