Resep Wingko Babat Spesial

Wingko Babat Spesial
( aneka topping )

  • ​Tepung Ketan Putih (250 gram)
  • ​Kelapa Parut Setengah Muda (300 gram, kupas kulit arsirnya)
  • ​Gula Pasir (150 gram)
  • ​Garam (½ sendok teh)
  • ​Vanili Bubuk / Batang Vanili (½ sendok teh)
  • ​Daun Pandan (2 lembar, simpulkan)
  • ​Santan Kental (sekitar 150-200 ml, hangat)
  • ​Biji Wijen
  • ​Kacang Tanah Sangrai
  • ​Kelapa Sangrai / Serundeng Manis
  • ​Campurkan kelapa parut, gula pasir, garam, dan vanili bubuk dalam wadah.
  • ​Aduk dan remas-remas perlahan menggunakan tangan bersih agar gula larut dan meresap ke dalam kelapa parut. Diamkan selama 10–15 menit.
  • ​Masukkan tepung ketan putih ke dalam campuran kelapa, aduk hingga rata.
  • ​Tuangkan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai adonan menyatu, terasa lembap, dan kental (tidak terlalu cair dan tidak terlalu kering).
  • ​Versi Pan/Wajan Datar (Mini/Potong): Panaskan wajan anti lengket (teflon) dengan api kecil, olesi sedikit minyak. Tuang adonan atau cetak bulat pipih. Masak hingga bagian bawah berwarna kuning kecoklatan, lalu balik dan masak sisi satunya sampai matang merata.
  • ​Versi Cetakan/Loyang Bulat Besar: Tuang adonan ke dalam cetakan bulat yang dialasi daun pisang, beri helai daun pandan untuk aroma khas. Panggang/teflon hingga permukaannya berwarna cokelat keemasan yang berkilau (caramelized).
  • ​(Opsional) Taburkan biji wijen atau kacang tanah sangrai di atas adonan sebelum/saat proses pemanggangan.
  • ​Setelah matang, angkat dan biarkan dingin terlebih dahulu agar teksturnya semakin padat dan legit.
  • ​Potong-potong sesuai selera dan sajikan di atas tampah beralas daun pisang.
  • ​Gunakan Kelapa Parut Setengah Muda: Pilih kelapa yang tidak terlalu tua (agar tidak keras/berserat) dan tidak terlalu muda (agar adonan tidak terlalu berair).
  • ​Gunakan Api Sangat Kecil: Pemanggangan dengan api kecil mencegah permukaan wingko cepat gosong sementara bagian dalamnya belum matang sempurna.
  • ​Pemberian Santan Bertahap: Tuang santan sedikit demi sedikit karena tingkat kelembapan kelapa parut berbeda-beda. Stop penambahan santan jika adonan sudah pas kentalnya.
  • Potong Saat Sudah Dingin: Jangan memotong wingko saat masih panas karena teksturnya masih lembek. Setelah dingin, wingko akan mengeras secara alami dengan tekstur chewy/legit yang sempurna.
    ​
Author: Toko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *